Monday, May 23, 2011

Azham Dan Azhami


Azham dan Azhami
(By: Insani Djohar/ID)

Begitu kuat rasa ini dan begitu kuat tantangan ini. Semua serba kuat, sampai aku tidak kuat sendiri. Hidup sendiri aku tidak bisa. Makan sendiri aku juga tidak sanggup. Apalagi jalan-jalan sendiri, aku lebih tidak mau! Jalan-jalan sendiri seperti orang gila saja. Semua ketidakkuatanku ini melumpuhkan pengukuhanku sebagai insan sejati!

Di saat aku tidak kuat hidup sendiri, dia datang menemani hari-hariku. Senyumnya menyejukkan hati, sapaanya meluluhkan jantungku, semua yang dia lakukan mampu mematahkan kekuatan dan kesombonganku. Dia, ya dia, yang telah menggoyahkan keangkuhan, dan kearogananku. Karena dia yang telah mampu membuat aku tersenyum. Dia yang telah mampu mengubah irama jantungku dari musik keroncong yang sudah ‘mengantuk’, menjadi musik rock metal yang hidup membara. Ya, hidupku lebih bersemangat dan berwarna semenjak kehadirannya. Yang dulu aku bangun tidur malas, makan sendiri juga malas, berangkat ke kantor malas-malasan, pokoknya setiap langkahku tidak lepas dari sepatu kemalasan. Tetapi sejak dia mulai mengusik mataku, mengusik rasaku, terutama mengusik rasa malasku, yang perlahan-lahan mampu mengganti sepatu kemalasanku itu menjadi sepatu kerajinan yang dahsyat! (Aku pun tidak tahu dia membeli sepatu itu dari mana). Yang pasti sejak aku memakai sepatu kerajinan ini, langkahku penuh irama yang selalu bernyanyi lagu riang gembira!Ya, sepatu baruku ini mampu mengembalikan gairahku yang dulu mungkin ditelan bumi. Mampu mengembalikan energiku yang dulu tersedot matahari.

Oh, rasa ini pasti yang dinamakan cinta! Ah, aku terlalu percaya diri dan terlalu cepat menyimpulkan kalau dia pun merasakan kegirangan atau cinta namanya, seperti yang aku rasa kan ini.Oh Cinta, aku tidak kuat harus memulai dari mana. Kamu datang hanya lewat seulas senyuman, seuntai sapaan, tidak lebih dan tidak kurang. Sehari datang sekali, tetapi itu rutin setiap hari! Kalau tidak pagi, ya siang, atau malam menjelang tidurku. Itu pun hanya sesaat, sekilas, dan tidak pernah melebihi hitungan jam. Tetapi efeknya itu yang melebih jam, hari, minggu, atau bulan sekali pun! Dan luar biasanya lagi, semua itu kuat dan mampu merobohkan semua rasa bosan, semua rasa bebal, dan semua rasa yang tidak punya rasa dalam jiwa dan ragaku ini.

Oh Sayang, dimanakah kau sekarang berada? Rinduku sudah mulai mengelitikku, malasku sudah mulai melirikku, bosanku sudah mulai mencolek-colekku. Energiku yang maha dahsyat sudah mulai meredup, tersapu angin siang dan angin malam yang mampu berhembus menusuk tulang rusukku. Sungguh besar rindu ini padamu!

Oh Robbi, oh maha sejati. Berilah hamba kekuatan untuk menentukan langkah dan menggunakan sepatu kokoh yang mampu menopang badan hamba jika sedang malas, jika sedang gundah, dan jika sedang lemah. Robbi, berilah hamba kekuatan-Mu yang maha agung agar mampu berdiri tegak, tanpa ada bayang-bayang dirinya.

Namun Robbi, hamba tetap memohon dan mengharap agar Engkau memberikan hamba kekuatan, kesempatan untuk menjemput dan mendapatkan belahan hati hamba yang hamba cintai semata-mata untuk mendapatkan jalan-Mu yang lurus. Dan begitu juga sebaliknya, dia pun mencintai hamba untuk mendapatkan Agama-Mu yang suci! Dan bukan karena harta, tahta, tampang, dunia, status, atau nafsu belaka. Tetapi semata-mata untuk mencapai dan mendapatkan Berkah dan Redho-Mu yang hakiki dan abadi! Amin.

By,
Insani Djohar (ID)
April 6, 2011.


Top of Form
Bottom of Form

No comments:

Post a Comment