Monday, May 23, 2011

Mungkinkah Azhami

Mungkinkah Azhami
(By: Hasnul Djohar/HD)

Mungkin aku lupa jika selama ini Alloh telah memberikan begitu banyak rezqi dan karunia-Nya kepadaku, sehingga aku begitu labil meratapi diri sendiri.
Mungkin aku terlalu fokus pada penderitaan, masalah, dan deritaku saja, sehingga aku telah melupakan nikmat Alloh yang lain.
Mungkin aku tidak menyadari jika dibalik masalah ini ada kebahagiaan, sehingga satu derita pasti akan diganti Alloh dengan sesuatu yang lebih indah dan barokah.
Mungkin aku terlalu banyak mengeluh selama ini, sehingga menutupi semua nikmat yang telah Alloh karuniakan padaku.
Mungkin aku terlalu asyik dengan nafsu dan duniaku, sehingga melupakan ibadah, kewajiban, dan kebutuhanku kepada-Nya.

Mungkin aku terlalu sombong dan angkuh selama ini, sehingga melupakan bahwa DIA diatas segala-galanya.
Mungkin aku terlalu egois dan asyik memikirkan diriku sendiri, sehingga lupa untuk peduli dengan sesama.
Mungkin aku terlalu manja dan bergantung pada orang-orang disekelilingku, sehingga aku kurang berusaha dan berjuang dengan upayaku sendiri.
Mungkin aku terlalu emosional dan gampang menuruti kata hati, sehingga aku lupa mendengarkan kata dan nasihat orang-orang yang padahal peduli padaku.
Mungkin aku pernah ber-Suudzhon kepada orang-orang dan juga kepada-Mu ya Alloh, sehingga Husnuzhonku tertutup dengan debu-debu keruh itu.

Mungkin aku kurang menggunakan hati dan rasaku, sehingga otak dan kepalaku sudah terlalu lelah berfikir, yang akhirnya aku tidak sanggup lagi berpikiran jernih.
Mungkin aku lupa cara beradab kepada orang tuaku, dan aku kadang tidak menuruti nasihatnya, atau bahkan tidak memperhatikan mereka (Nauzubillahi minzalik!), sehingga ridho Alloh yang terletak di telapak kaki ibuku tidak aku indahkan.
Mungkin aku punya khilaf dan salah pada orang-orang, teman-teman, saudara-saudara dan semua handai taulan, dan mungkin telah menyakiti mereka, sehingga yang aku ingat hanya kebaikan dan jasaku saja kepada mereka.
Mungkin orientasi hidupku selama ini untuk kebahagiaan diri sendiri, sehingga aku terpesona dengan indahnya dunia yang fana ini, dan lupa akan tujuan hidup yang hakiki; bermanfaat bagi banyak orang dan meraih Redhomu Robbi.

Mungkin aku terasuki hal-hal negatif yang dikatakan orang, sehingga kupingku tuli mendengarkan hal-hal yang positif yang padahal lebih berfaedah dan lebih banyak bertaburan di alam semesta ini.
Mungkin mataku, tanganku, kakiku, dan semua tubuhku telah melakukan hal-hal yang tidak direstui Alloh SWT, sampai aku bisa terbiasa dengan hal-hal yang bukan Islami, sehingga menjauhkan Rahmat-Mu Robbi.
Mungkin aku lupa arti ikhlas dan berniat lillahi ta’ala untuk setiap amal dan perbuatanku, sehingga aku masih berharap pujian dan sanjungan dari orang-orang.
Mungkin aku sangat jarang merenung, mengingat kesalahan-kesalahanku, jarang berkontemplasi dan men-tafakkuri diri sendiri, sampai kesalahan-kesalahan itu sudi menghampiriku dan menemaniku, sehingga aku tidak sadar diri akan pentingnya solat Tobat Nashuha.

Mungkin, dan mungkin tidak akan ada lagi kata-kata ‘Mungkin ‘ di dunia fana ini, karena yang ada hanya satu kata ‘Pasti,’ kepastian akan; Kasih Sayang, Rahmat dan RedhoMu ya Alloh yang Maha Besar kepadaku, sehingga aku akan terus bersyukur dan berjuang mengingat-Mu dan mendahulukan-Mu, karena Engkaulah satu-satunya tempat untuk berlindung, Engkaulah satu-satunya tempat untuk meminta, dan Engkaulah yang maha tahu apa yang terbaik, terindah dan yang paling sanggup hamba hadapi di dunia ini. Karena, Engkaulah tujuan hidup hamba yang paling utama, abadi dan hakiki. Mendapatkan tempat dan Redho-Mu lah yang paling mampu membuat hamba bahagia di dunia dan akhirat. Ya Alloh, karuniailah kepada hamba ‘Azham, Nikmat dan Rahmat Syukur dan Iman hanya kepada-Mu ya Robbi. Amin.

Jakarta, May 1, 2011

Diujung Usia ‘Azhamiku,
Hasnul Djohar (HD)


No comments:

Post a Comment