Monday, May 23, 2011

Azham

Azham
(By: Insani Djohar / ID)

Ternyata ‘azham yang kuat ini harus aku hidupkan setiap hari. Sebelum bangun aku sudah berlari-lari kecil mengelilingi Ka'bah, melontar Jumrah, berlari-lari lagi mendaki dan menuruni bukit Safa Marwa, dan...(nanti saya baca lagi buku Safa Marwa).

Sungguh indah pemandangan di sana, walau panas, tapi hati sejuk dan tenang. Setiap hari yang ada hanya istigfar dan ibadah. Tidak ada kata dusta, cela, hina, marah, dan kata-kata yang mengundang luka di hati. Tidak ada! Yang ada hanya diriku dengan diri-Nya.

Sungguh Indah suasana di sana. Walau jauh dari orang-orang tercinta, namun hati tenteram, damai , dan bahagia. Tidak ada lagi rasa sakit hati, benci, sedih, dengki, dan rasa-rasa yang mengundang cela di hati. Tidak ada! Yang ada hanya diriku dengan diri-Nya.

Sungguh Indah perasaan di sana. Walau jauh dari rumah tercinta, namun senyum selalu ada, hati selalu berbunga-bunga, kepala selalu dingin. Tidak ada lagi senyum kecut, senyum penghinaan, senyum sindiran, senyum pelecehan, dan senyum-senyum pahit yang selama ini mungkin mengintai langkahku. Tidak ada! Yang ada hanya diriku dengan diri-Nya.

Sungguh Indah pengalaman di sana. Walau jauh dari aktivitas, namun jantung berpacu dengan irama yang senada, seimbang, sehat, dan sempurna (sekalian empat sehat lima sempurna!). Tidak ada lagi jantung yang berlari cepat, jantung yang deg-degan (apalagi saat menunggu-nunggu kabar dari Aminef! Egh!), dan jantung-jantung tidak normal yang mungkin selama ini menghantui langkahku. Tidak ada! Yang ada hanya diriku dengan diri-Nya.

Sungguh Indah penduduk di sana. Walau jauh dari sanak saudara, namun darah mengalir dengan tenang, lancar, dan terkendali. Tidak ada lagi darah yang tersumbat, darah yang tersendat-sendat, darah yang tersempit, atau darah kotor yang mungkin selama ini menemani nadiku. Tidak ada! Yang ada hanya diriku dengan diri-Nya.

Ooh Robbi, bawalah aku, jemputlah aku ke tanah-Mu yang suci itu! Biar tidak ada lagi hati yang gelap, senyum yang kecut, jantung yang hitam, darah yang kotor, dan semua yang dekat dengan Staithon yang terkutuk. Izinkan dan jadikan hamba hanya merasakan hati, senyum, dan darah yang bersih, segar, dan suci selama-lamanya di tanah suci-Mu dan dimana pun hamba berada….. Amin

 
By,
Insani Djohar / ID
March 30th, 2011

No comments:

Post a Comment