Betapa aku merindukan semilir nafasmu yang bertiup sepoi-sepoi. Aku merindukan lekukan-lekukan tubuhmu yang kekar bagaikan batukarang. Aku merindukan dingin kulitmu yang merasuki tulang rusukku terdalam. Aku merindukan panas tubuhmu yang mampu melelehkan beku hatiku. Aku merindukan matamu yang bagaikan telaga nirwana nan suci. Aku merindukan kakimu yang berdiri kokoh sekuat baja. Aku merindukan punggungmu yang lebar tempatku bersandar disetiap lelahku. Aku merindukan dadamu tempat aku berebah dikala penatku. Oh Agung, sungguh agung tubuhmu, hingga rinduku sudah tak mampu terbendung.
Betapa aku tak bisa terlelap walau sekejap. Karena rinduku semakin hari semakin kuat. Aku harus menghimpun semua tenagaku yang terdalam. Hanya untuk melihat, mendengar, dan merasakan denyut jantungmu yang Agung. Oh agung, tidakkah kau mendengar jeritan batinku siang dan malam memangilmu, memanggil namamu, hingga tubuhku pun menggigil terlalu rindu ingin memelukmu.
Betapa ingin kaki-kakiku yang kecil menapaki tubuhmu yang tinggi. Betapa ingin jari-jemariku mengurut tubuhmu yang kekar. Betapa ingin hidungku mencium angin nafasmu yang segar. Betapa ingin mataku menatap pemandanganmu yang indah. Betapa ingin telingaku mendengar bisikan cinta alammu yang damai. Betapa inginku bertapa di atas tubuhmu yang perkasa, biar tenang jiwa dan raga.
Betapa aku tak kuat menahan rasa ini, jika kuingat saat berada dalam pelukanmu nan kuat. Saat menikmati dingin tubuhmu yang nyaris membuatku beku. Saat merasakan panas tubuhmu yang mampu membuatku mandi keringat. Saat merasakan semilir anginmu yang mampu membuaiku sampai terlelap. Saat menyaksikan indah alammu yang mampu membuatku terpesona.
Betapa aku tak kuat menahan asa ini, jika kuingat masa menjelajahi alammu. Masa mengeksplorasi seluk--beluk tubuhmu yang setiap bagian mempunyai keindahan tersendiri. Masa mengelilingi pohon lebatmu yang ditemani suara krik-krik jangkrik. Masa mengitari pepohonan tinggimu yang ditemani bunyi kicau burung.
Oh Semeru, deru, debu, Engkau Gunung nan agung. Betapa agung jiwa dan namamu, hingga aku dan tak seorang pun kuasa memeluk tubuhmu yang tinggi dan agung. Namun, kau mampu menggoreskan rasa rindu yang mendalam ke dada setiap insan yang pernah singgah di kaki, punggung, tubuh, atau puncakmu Semeru.
May 22, 2011
Insani Djohar (ID)
No comments:
Post a Comment